Madrasah Memiliki Nilai Keunggulan dan Kompetitif

Pada masa lalu keberadaan madrasah lebih banyak hidup dari swadaya masyarakat. Namun ketika Undang-undang Sisdiknas disahkan, madrasah mendapat perlakuan yang sama dengan sekolah.
“Sekarang, perhatian dan partisipasi pemerintah sudah cukup besar,” kata Drs H Firdaus M.Pd, Direktur Pendidikan Madrasah Departemen Agama, kepada Sofyan Badrie, beberapa waktu lalu, di ruang kerjanya Lt 7 Departemen Agama, Lapangan Banteng Jakarta Pusat. Di masa mendatang, menurut pria kelahiran 11 September 1950 di Palembang ini, kondisi bangunan fisik madrasah di negeri ini secara bertahap akan diperbaiki agar lebih layak, sesuai standar pendidikan nasional. Selain itu, suami Failasufah ini juga mendialogkan tentang tantangan, program peningkatan mutu dan kualitas madrasah serta keunggulan madrasah. Berikut petikan wawancaranya:

Ada pandangan yang menganggap madrasah sebagai pendidikan kelas dua dibanding pendidikan sekolah. Bagaimana komentar Anda soal pandangan ini?

Saya kira begini, madrasah itu merupakan bagian dari system pendidikan nasional. Sehingga pemerintah, bagaimana pun juga, harus memberikan perhatian dan perlakuan terhadap madrasah, sama dengan pendidikan di sekolah atau di luar madrasah. Kemudian diharapkan bahwa seluruh fasilitas yang berkaitan dengan pendidikan atau kepentingan pendidikan di Indonesia, harus mencakup pendidikan yang ada di madrasah. Pada dasarnya madrasah itu kan pendidikan umum dan bercirikan khas agama. Disamping mereka mengajarkan pendidikan umum sebagaimana yang diajarkan di sekolah, juga madrasah mengajarkan pendidikan agama. Ini yang menjadi core kurikulumnya.

Output yang seperti apa yang diharapkan dari madrasah?

Diharapkan melalui pendidikan madrasah, siswa lulusannya tidak hanya menguasai pengetahuan saja, tapi sekaligus juga mereka memiliki akhlak yang baik dan dapat melaksanakan praktek-praktek ibadah dengan baik. Dan betul-betul menjadi sosok manusia yang tertera seperti dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa tujuan pendidikan kita adalah; membangun manusia yang beriman dan bertaqwa serta berakhlak mulia.

Bagaimana posisi madrasah di tengah-tengah konstelasi pendidikan Indonesia?

Saya kira madrasah memiliki peran yang sangat penting, sangat strategis dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan nasional. Karena itu, saya kira,  sepatutnya pemerintah, dalam hal ini, harus berusaha memberikan pelayanan yang sama antara pendidikan yang diselenggarakan di sekolah maupun yang diselenggarakan di madrasah. Karena investasi dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) tidak hanya bisa dilakukan lewat pendidikan yang diselenggarakan di sekolah tapi juga di madrasah. Ini terbukti dalam perjalanan sejarah Indonesia, madrasah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Apa tantangan terbesar bagi pengembangan madrasah?

Saya kira sama juga dengan pendidikan yang lain. Yaitu, bagaimana kualitas lulusannya harus sesuai dengan perkembangan zaman. Bahwa setiap lulusan, di lembaga pendidikan apa pun, madrasah, sekolah maupun pesantren, harus bisa terlibat dan mengambil peran dalam arus perubahan globalisasi dewasa ini. Nah, madrasah merupakan salah satu bagian yang harus mempunyai peran yang sama seperti yang dilakukan oleh sekolah. Oleh sebab itu, yang paling penting sekarang ini, yang harus segera kita bangun sekarang ini, adalah bagaimana kualitas guru dan tenaga kependidikan. Mereka itu menjadi fokus  program yang kita lakukan. Kita memberi kesempatan kepada mereka untuk meningkatkan kapasitas dan kompentensi sebagai guru professional. Tegasnya, tantangan yang paling berat adalah bagaimana membangun guru yang profesional di madrasah.

Bagaimana dengan program mengembangkan madrasah tingkat internasional dikaitkan dengan tenaga profesional pendidiknya?

Kita sekarang sedang membangun madrasah bertaraf internasional. Dan saya kira ini sebuah program yang cukup strategis dalam rangka menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang betul-betul sesuai dengan kebutuhan global. Karena itu orientasi kita pada madrasah bertaraf internasional itu, adalah bagaimana kita bisa menyiapkan dan memberikan pelayanan pendidikan yang betul-betul setaraf dengan kualitas internasional. Artinya, di atas kualitas nasional.

Bagaimana dengan segala persiapannya?

Untuk melaksanakan kegiatan atau program ini, kita harus menyiapkan segala perangkat yang dibutuhkan.

Apa saja yang dibutuhkan?

Misalnya, pembangunan fisik, ruang belajar, dan semua kebutuhan pembelajaran. Baik pembelajaran di kelas maupun kebutuhan rohaniyah mereka dan keterampilan-keterampilan keagamaan. Disamping itu kemampuan dalam bidang bahasa, baik Inggris dan Arab. Jadi, mereka kita harapkan, setelah menyelesaikan masa pendidikannya, menjadi lulusan yang menguasai ilmu pengetahuan pada levelnya sekaligus mereka memiliki kemampuan untuk mengimplementasikan ajaran-ajaran agama dengan baik. Yang tak kalah pentingnya juga kita menyiapkan tenaga professional pendidiknya. Karena mustahil mengharapkan anak didik berkualitas tanpa diimbangi guru professional sekaligus berkualitas.

Program madrasah internasional ini sudah berjalan?

Sudah. Kita sudah melaunching dan sedang proses konsultasi. Program madrasah internasional ini kita gulirkan di 12 propinsi, diantaranya di Batam, Dumai, Palembang, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan.

Ada pihak yang mensinyalir bahwa sebagian madrasah di Indonesia hanya mengandalkan kharisma dari seorang pengasuh bukan dilandasi dengan manajemen modern. Bagaimana komentar Anda?

Saya kira tidak ya. Bagaimana pun juga madrasah itu sebagai system pendidikan. Jadi tidak terikat dengan satu orang. Karena itu kepala madrasah itu bisa siapa saja, sepanjang dia memiliki kemampuan leaderhip dan mempunyai semangat, spirit kependidikan yang cukup tinggi. Saya kira yang menentukan madrasah itu adalah sistemnya bukan hanya sosok dan kharisma seorang tokoh.

Ada yang mengusulkan madrasah tidak mesti mengikuti sistem ujian nasional karena madrasah tidak sebangun dengan sekolah pada umumnya. Bagaimana komentar Anda?

Ujian nasional sudah diwajibkan untuk seluruh lembaga pendidikan, termasuk di dalamnya madrasah.

Adakah keinginan untuk mengkaji ulang agar madrasah tidak disertakan dalam ujian nasional?

Oh, gak, gak ya. Kita tetap berada dalam satu sistem pendidikan nasional.

Saat ini dikembangkan program pengembangan kualitas mutu madrasah melalui Madrasah Education Development Project (MEDP). Bagaimana komentar Anda soal MEDP ini?

Ini adalah salah satu bentuk program bantuan ADB untuk mengembangkan mutu madrasah. Oleh sebab itu, saya kira sasaran program ini adalah peningkatan kualitas pendidikan di madrasah. Sasaran utamanya itu. Untuk mencapai kualitas pendidikan yang baik itu diperlukan guru yang berkualitas sehingga proses belajar-mengajar juga berkualitas. Selain itu ditopang pula oleh sarana belajar yang memadai dan memenuhi standar persyaratan minimal pendidikan.

Apa harapan Anda terkait program ini?

Melalui program ini, madrasah akan makin memberikan harapan kepada masyarakat. Bahwa sesungguhnya madrasah ini menjadi sistem pendidikan yang memang ikut mempersiapkan generasi masa depan. Generasi muda Muslim yang betul-betul tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan tapi juga generasi yang taat beribadah. Kemudian mereka bisa melaksanakan praktek-praktek keagamaan dan menguasai ilmu agama.

Ada sebagian kalangan yang mengaitkan madrasah dengan beragam tindak kekerasan yang belakangan ini marak terjadi. Bagaimana komentar Anda?

Jelas hal itu tidak benar. Saya dengan tegas mengatakan madrasah tidak pernah mengajarkan anak didiknya untuk melakukan tindakan kekerasan atas nama agama. Tidak ada program yang menyiapkan orang-orang yang bakal menjadi perusak bangsa ini. Tidak ada itu! Madrasah adalah sekolah seperti sekolah-sekolah yang lain. Dan juga  memberikan pelajaran seperti sekolah-sekolah yang lain. Jadi, tidak ada sedikit pun madarasah yang mempersiapkan lulusannya agar menjadi orang yang nantinya akan merusak bangsanya sendiri.

Bagaimana political will pemerintah dalam meningkatkan mutu madrasah?

Pemerintah sudah mulai memberikan perlakuan yang cukup proporsional kepada madrasah. Jadi, madrasah sudah disamakan dengan sekolah. Dan itu saya kira sesuai dengan Undang-undang Sisdiknas. Bagaimana pun juga ini adalah tantangan buat madrasah agar ke depan madrasah harus bisa menunjukkan bahwa memang kualitas lulusan madrasah sama dengan kualitas lulusan sekolah.

Pengembangan sumber daya manusia tenaga pendidiknya?

Saya kira sama dengan sekolah. Sekarang kita sedang tingkatkan. Memang masih diantara guru-guru madrasah yang perlu kita segera dukung, bantu agar segera mencapai kualifikasi seperti yang disyaratkan oleh Undang-undang Sisdiknas.

Bagaimana aspek fisik madrasah?

Saya kira sama. Kita juga turut memikirkan perbaikan dan pengembangannya. Memang selama ini madrasah kurang mendapatkan perhatian. Setelah ada Undang-undang Sisdiknas barulah mendapat perlakuan yang sama dengan sekolah. Memang pada masa lalu madrasah lebih banyak hidup dari swadaya masyarakat. Sekarang saya kira perhatian dan partisipasi pemerintah sudah cukup besar. Insya Allah, saya kira, ke depan, fisik madrasah pun berangsur-angsur akan menjadi lebih layak sesuai dengan standar pendidikan nasional.

Bagaimana nilai kompetitif madrasah dibandingkan sekolah pada umumnya?

Saya kira sekarang sudah mulai kelihatan nilai kompetitifnya. Di dalam hasil ujian nasional sudah menunjukkan bahwa angka yang dicapai oleh lulusan-lulusan madrasah itu sudah sama dengan lulusan sekolah. Jadi, saya kira sudah sangat kompetitif.